DATANG SELAMAT...SUGENG RAWUH...WELLCOME BAJUL

Minggu, 11 Januari 2009

tenTang GOD OF WAR


GOD OF WAR adalah game console PS2 yang menceritakan tentang jendral perang yunani bernama KRATOS,pada masa kejayaannya dia sering mengalahkan musuhnya sewaktu berperang,namun waktu berperang melawan bangsa barbarian,dia mengalami kekalahan sehingga KRATOS meminta bantuan pada dewa perang yang bernama ARES,setelah itu dalam sekejap waktupun berhenti,lalu ARES pun membantu KRATOS mengalahkan bangsa barbarian,dan dalam waktu sekejap saja hanya raja barbarian yang tersisa,lalu KRATOS pun diberi pedang BLADE OF AHTENS tanpa berpikir panjang KRATOS pun menggunakan pedang itu untuk membunuh raja barbarian,dan dia pun menang pada waktu itu juga,setelah kejadian itu KRATOS pun lebih suka membunuh orang2 yang tak berdosa oleh pedang yang diberikan oleh ARES,pada akirnya KRATOS pun berniat untuk membunuh GOD OF WAR si ARES itu sendiri.

"Bleach"


Bleach adalah manga yang dikarang oleh seorang mangaka Weekly Shonen Jump, Kubo Tite, yang kemudian diadaptasi ke anime, dan juga telah diangkat ke berbagai game. bercerita tentang seorang anak SMU kelas 1 yang mempunyai kekuatan supernatural. Kurosaki Ichigo (15 tahun) bisa merasakan dan melihat roh-roh yang berkeliaran di sekitarnya. hingga pada suatu saat, dia kedatangan tamu seorang shinigami (dewa kematian) bernama Kuchiki Rukia di kamarnya. dan disusul dengan kedatangan hollow (roh jahat yang memakan roh-roh lainnya) yang menyerang keluarganya. Ichigo dan Rukia pun segera berusaha menghentikan hollow tersebut. Ichigo yang belum mempunyai kekuatan apa-apa untuk membasmi hollow, nekat berusaha menyerang hollow tersebut. penyerangan Ichigo ternyata sia-sia, dan giliran sang hollow yang menyerang Ichigo. ketika sang hollow sudah kelaparan ingin memakan roh Ichigo, Rukia pun loncat melindungi Ichigo sehingga dirinya pun terluka. Rukia yang sudah tak berdaya menyuruh Ichigo untuk mengambil kekuatan shinigami nya agar bisa membunuh hollow tersebut. tanpa pikir panjang, Ichigo pun menerima perintah Rukia, dann,,,, dia pun berubah menjadi shinigami ! jeng jeng jeng jeng! (background music: heboh (??? apaan tuh?) )

begitulah kurang lebih opening dari Bleach. dimana episode-episode selanjutnya akan di ceritakan perjuangan Ichigo selama menjadi shinigami; memberantas para hollow di dunia, bertemu para shinigami-shinigami lain, bertualang di dunia soul society, dan masih banyak aksi-aksi lainnya dari Ichigo yang kerap menggemparkan dunia persilatan, eh, salah, maaph, dunia shinigami maksud sayah.

penasaran? pingin nonton? makanya, pantengin tuh tivi lu, setiap hari minggu jam 11 siang ! cuma di indosiar ! ya, hanya di INDOSIAR ! MEMANG UNTUK ANDA !

3 TiP bwt maen Winning Eleven

Halo gamer para penggemar Winning Eleven. Khusus pada posting kali ini saya akan memberikan 3 tips supaya kamu bisa bermain WE dengan baik, dalam arti kamu akan dapat bermain dengan hasil yang maksimal agar memperoleh kemenangan disetiap pertandingan. Apa saja itu? Tanpa banyak basa basi berikut “Cara jadi jago main WE”:

  1. Bermain dengan orang lain akan menambah skill dan wawasan kamu. Jangan terlalu sering bermain sendirian dengan konsol PS 2, PS 3, PC atau XBox kesayanganmu. Dengan melihat gaya permainan dan strategi berbeda-beda yang diterapkan oleh orang lain, secara otomatis wawasan kamu akan bertambah. Paling tidak kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan dalam berbagai kondisi. Strategi bermain yang dipakai oleh AI game sangat terbatas. Jadi jangan sampai skill permainan kamu juga gak meningkat hanya jalan ditempat.
  2. Bergabunglah dengan forum Winning Eleven/PES. Tahukah kamu kalau para jawara WE/PES ternyata aktif berbagi tips dan trik di forum Internet? Ada banyak forum WE/PES, baik dalam maupun luar negeri. Coba googling dengan kata kunci “forum we/pes”, “soccer game forum”, “forum winning eleven/pes indonesia“. Salah satunya adalah ElevenGamer. Luangkan waktu untuk online bersama gamer lain diseluruh dunia. Di forum Internet, gamer biasanya akan lebih mau membantu ketimbang kamu bertanya langsung tanpa forum.
  3. Baca majalah Winning Eleven keluaran Hot Game. Satu hal yang perlu kamu ketahui adalah bahwa tips yang terakhir ini tidak mutlak. Makanya saya tulis di urutan yang terakhir. Bukan berarti juga saya sedang melakukan promosi, meskipun saya salah seorang penulisnya. Kamu akan mendapat berbagai tips dan trik, strategi, serta tehknik jitu yang sangat berguna ketika bermain PES, terutama PES 2008. Saya saja yang salah satu penulisnya merasa terbantu dengan kiriman artikel dari penulis lain kok. Kamu juga akan mendapat info menarik lainnya seperti event sepak bola yang sedang hot, misal belum lama Winning Eleven terbit dengan tema EURO 2008. Juga seputar update PES 2008 yang terbaru. Jadi mau beli atau pinjam dari teman? Ya terserah kamu aja…

tinggal satu ekor ayam


Seorang penjual daging hanya tinggal mempunyai 1 ekor ayam. Tapi dia tidak mau memberitahukan pada pembeli, sehingga ia pura-pura bergegas pergi ke belakang toko, seolah-olah dia sedang memilih salah satu ayam yang terbaik dari kandang ayamnya. Sambil menendang kandang ayam dan berkotek-kotek seperti ayam, dia segera kembali ke toko dengan membawa satu-satunya ayam yang dimilikinya dan dijualnya kepada ibu Jones. Penjual daging menimbang ayam itu dan berkata, "Ibu Jones, ayam ini harganya Rp. 11.000,00." Ibu Jones menjawab, "Jika tidak keberatan, saya butuh ayam yang sedikit lebih besar." Lalu penjual itu kembali ke belakang toko dan "membuat" banyak keributan. Dia segera kembali ke toko dengan membawa ayam yang sama dan berkata harganya Rp. 20.000,00. Ibu Jones menjawab, "Kalau begitu, akan saya beli kedua ayam itu." Penjual : ??##$$%^%&

Liverpool


Liverpool Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kota Liverpool. Liverpool telah memenangkan 5 tropi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga. Stadion mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool. Liverpool didirikan pada tahun 1892, pada awalnya adalah sebuah klub dengan prestasi yang tidak terlalu menonjol hingga Bill Shankly diangkat sebagai manajer tim. Dibawah asuhan Shankly, Liverpool memenangkan 3 trophi Liga, 2 tropi Piala FA, serta gelar eropa pertama dengan menjuarai Piala UEFA. Selama hampir 30 tahun, Liverpool menjadi klub paling sukses di Inggris bahkan menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola eropa dengan memenangi 4 tropi Piala Champion antara tahun 1977 hingga 1984. Namun pada era 90-an, Liverpool mengalami penurunan hingga akhirnya mulai bangkit kembali pada awal millenium dengan meraih treble pada tahun 2001 serta tropi Liga Champions ke 5.

Dalam tradisinya, merah dan putih adalah warna klub. Namun dalam berkembangannya berubah menjadi merah pada era 1960an. Seperti lambang klub yang terus berkembang mengikuti perkembangan sejarah Liverpool, dengan dua nyala api yang dimasukkan ke dalam lambang klub setelah Tragedi Hillsborough untuk menghormati 96 suporter Liverpool yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Liverpool telah bermain di Anfield sejak didirikan, dan direncanakan untuk pindah ke stadiun yang baru di Stanley Park. Diperkirakan stadiun baru akan selesai pada 2011.

KAsiH

dengar lah aku yang mencintai mu.
aku pergi bukan dari hatimu.

tetes tangis ku malam itu rasa yang tak mau kehilanganmu.
namun kau tau takdir ku.

kasih...
rasakan cinta mu saat malam penuh bintang.
manyaksikan kepergiaan ku.
kecupan kening terakhirmu betapa ku tak bisa lepas dari pelukan mu.

kau mengalirkan air mata tanda perpisahan.
tak bisa berbuat apa.
aq harus rela.

kasih..
disetiap nafas ku selalu nama mu

Kamis, 08 Januari 2009

Israel BiadaP

Dunia Arab kembali disibukkan dengan ketegangan baru yang dipicu agresi militer darat, laut, dan udara Israel terhadap Lebanon sejak 12 Juli 2006. Alasan Israel melancarkan serangan tersebut untuk membebaskan dua prajuritnya yang diculik Hizbullah. Dalam perkembangan berikutnya, alasan tersebut ternyata kamuflase alias palsu.

Menteri Pertahanan Israel, Amir Perets, secara terbuka mengatakan Israel ingin mengusir Hizbullah dari Lebanon. Bahkan pada 23 Juli 2006 lalu, Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, mengisyaratkan bahwa krisis di Lebanon akan memakan waktu yang lama, hingga infrastruktur Hizbullah di Lebanon dapat dihancurkan. Israel juga secara tegas menolak usul utusan PBB untuk gencatan senjata dalam waktu segera. Mereka beralasan, penghancuran infrastruktur kelompok 'teroris' tidak mengenal upaya diplomasi. Akibat dari agresi itu ratusan warga Lebanon meninggal, ratusan ribu penduduk lainnya terusir dari kampung halaman.

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa Israel sedemikian beringas melancarkan perang pembersihan tanpa membedakan antara target sipil dan militer? Bahkan infrastruktur Lebanon dari mulai jalan raya, jembatan, bandara, stasiun listrik, pemancar televisi, saluran air, juga mengapa ikut dihancurkan? Seandainya tujuan dari agresi tersebut hanya untuk membebaskan dua prajuritnya, tentu bernegosiasi secara langung jauh akan lebih efektif .

Balas dendam
Israel ibarat seorang yang sedang kehausan menemui sebuah mata air. Penculikan dua tentara Israel dimanfaatkan untuk melampiaskan dendam masa lalu dengan memberangus Lebanon. Seorang pengamat masalah Timteng asal Inggris, Patrick Seal, dalam artikelnya di Surat Kabar Harian Al Hayat terbitan 24 Juli 2006 mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan Israel sedemikian beringas menghadapi Hizbullah. Di antara alasan itu adalah historis konflik Hizbullah-Israel. Kedua kekuatan ini pernah berseteru sebelumnya selama 15 tahun yang berakhir dengan penarikan mundur Israel dari Lebanon selatan tahun 2000. Sehingga bisa dipahami serangan Israel merupakan aksi balas dendam atas kekalahan Israel di masa lalu.

Selain faktor historis konflik kedua pihak, kebiadaban Israel juga dipengaruhi oleh lemahnya reaksi dunia internasional dalam mengecam dan mengupayakan penghentian agresi tersebut secara cepat. Bahkan terkesan masyarakat internasional secara implisit menginginkan Israel sebagai alat implementasi Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1559. Resolusi itu isinya antara lain menyangkut perlucutan senjata milisi-milisi sipil di Lebanon, termasuk Hizbullah.

Pemberitaan koran New York Times beberapa waktu lalu makin memperkeruh keadaan. Harian itu memberitakan, Amerika Serikat (AS) mempercepat pengapalan senjata bom berpresisi tinggi ke Israel di saat negara ini melakukan serangan membabi buta ke Lebanon. Apapun alasannya, pengiriman itu jelas menunjukan sikap dukungan buta AS terhadap agresi militer yang mendorong negara zioinis semakin gencar membombardir Lebanon. Kebijakan tersebut juga tidak mendukung bagi upaya penghentian perang.

Sementara kekuatan-kekuatan internasional termasuk PBB dan Uni Eropa tidak mengambil sikap tegas terhadap agresi ini. Hasil pernyataan para pemimpin yang menghadiri pertemuan G-8 di Petersburgh, Rusia, juga cenderung menyalahkan kelompok Hizbullah. Para pejuang Hizbullah dianggap sebagai pemicu terjadinya kekejian Israel di Lebanon.

Bisa dikatakan, terdapat kesepakatan di antara masyarakat internasional mengenai perlunya perlucutan dan netralisasi kelompok Hizbullah di Lebanon. Bahkan Hizbullah dianggap sebagai kelompok yang menjadi penghambat bagi proses demokratisasi di Lebanon. Situasi internasional demikian dimanfaatkan oleh Israel untuk terus menghancurkan Lebanon dengan dalih menumpas Hizbullah.

Mengubah peta
Terkait dengan misi agresi militer tersebut, beberapa pengamat Timur Tengah mengatakan misi agresi yang dilakukan Israel sebenarnya ingin menimbulkan perpecahan internal politik dan perubahan perimbangan kekuatan politik di Lebanon. Diharapkan, dari hancurnya infrastruktur Lebanon yang parah, mayoritas rakyat dan kekuatan-kekuatan politik di Lebanon mengecam eksistensi Hezbullah di Lebanon. Rakyat didorong untuk menuduh Hizbullah sebagai biang kerok kehancuran yang telah mengembalikan Lebanon ke masa 50 tahun yang lalu. Atau paling tidak, agresi ini bisa menjadikan Hizbullah bukan lagi sebagai 'pemain' yang berpengaruh dalam politik dalam negeri di Lebanon.

Dari kalangan umat Islam di beberapa negara Arab termasuk Ikhwanul Muslimin menanggapi agresi Israel sebagai bagian dari upaya bangsa Yahudi untuk mewujudkan eksistensi negeri Israel raya. Aksi ini juga implementasi dari agenda AS untuk mewujudkan The Greater Middle East yang dilontarkan AS sebelum menginvansi Irak.

Oleh karena itu, menurut Ikhwanul Muslimin, tidak ada jalan lain kecuali menghadapi Israel melalui perlawanan bersenjata. Pengamatan Ikhwanul Muslimin ini mungkin ada benarnya menyusul pernyataan Menlu AS, Condoleezza Rice dalam jumpa persnya sebelum meninggalkan Gedung Putih pada 23 Juli 2006. Dia menyebutkan bahwa lawatan kunjungannya ke Israel bukan untuk mendorong gencatan senjata melainkan ingin melihat terwujudnya Timur Tengah baru.

Tidak menutup kemungkinan, agresi Israel tersebut sebenarnya hanya perpanjangan tangan AS untuk mengubah situasi perimbangan kekuatan di negara-negara Timur Tengah agar lebih mendukung kepentingan-kepentingan AS dan Israel di kawasan. Keberhasilan Israel menumpas Hizbullah akan semakin mendorong AS dan Israel untuk menekan negara-negara kawasan yang dikategorikan melawan agar lebih pro dengan agenda dan kepentingan AS kawasan tersebut.

Siapapun yang keluar menjadi pemenang, agresi militer Israel terhadap Lebanon akan berdampak buruk bagi stabilitas keamanan di Timur Tengah secara keseluruhan. Jika Hizbullah berhasil memukul mundur Israel dari Lebanon selatan, hal ini berdampak akan melemahkan kubu pendukung penyelesaian damai konflik Arab-Israel.

Kelompok penyeru perdamaian sebagai satu-satunya alternatif menyelesaikan konflik Arab-Israel akan semakin terpojok dan menurunkan tingkat kepercayaan kalangan grass root mengenai efektivitas melakukan perundingan dengan Israel. Sebaliknya, ideologi Hizbullah yang mengatakan hanya dengan kekuatan senjata, konflik Arab-Israel dapat diselesaikan semakin mendapatkan pembuktian kebenarannya. Ini berarti kawasan Timur Tengah akan menghadapi perang-perang susulan.

Di sisi lain, jika Israel berhasil menginvansi Lebanon dengan meluluhlantakkan seluruh infrastruktur negeri ini, maka skenario Irak akan terulang kembali di Lebanon. Kalau skenario ini berjalan, berarti juga akan menyulut kembali maraknya aksi-aksi kekerasan dari kelompok pejuang kemerdekaan seperti di Afghanistan, Irak, dan Somalia. Lebih jauh lagi, invasi ini juga akan memperluas gerakan-gerakan sentimen anti-AS dan Israel di berbagai belahan dunia.